Sumitec Tokai Berita Olahraga Update Terbaru

Sumitec Tokai merupakan sebuah platform pemberi berita terupdate dan terbaru mengenai seputar olahraga di dunia.

Sumitec Tokai Berita Olahraga Update Terbaru

Sumitec Tokai merupakan sebuah platform pemberi berita terupdate dan terbaru mengenai seputar olahraga di dunia.

Uncategorized

Latihan Kekuatan Otot untuk Pemain Basket

Latihan Kekuatan Otot untuk Pemain Basket. Kekuatan otot menjadi fondasi utama bagi pemain basket, karena hampir setiap gerakan—lompatan rebound, defense ketat, posting up di paint, hingga sprint fast break—bergantung pada power otot kaki, inti tubuh, dan upper body. Pemain dengan otot kuat mampu mendominasi duel fisik, menghasilkan jump shot lebih stabil, serta menjaga postur saat landing setelah lompat tinggi. Latihan kekuatan yang tepat tidak hanya meningkatkan performa, tapi juga mengurangi risiko cedera seperti keseleo pergelangan kaki atau masalah lutut yang sering dialami pemain basket. Program ini bisa dilakukan dengan bodyweight atau beban sederhana, asal konsisten dan progresif. Artikel ini membahas latihan kekuatan otot esensial untuk pemain basket, mulai dari otot bawah hingga integrasi spesifik permainan. INFO SAHAM

Latihan Kekuatan Otot Bawah dan Daya Ledak: Latihan Kekuatan Otot untuk Pemain Basket

Otot kaki yang kuat vital untuk lompatan vertikal tinggi dan akselerasi cepat. Squat klasik—berdiri kaki selebar bahu, turunkan tubuh hingga paha sejajar lantai sambil jaga punggung lurus—efektif melatih quadriceps, hamstring, dan glutes. Lakukan 3-4 set 10-15 repetisi. Variasi single-leg squat atau pistol squat tingkatkan keseimbangan dan kekuatan satu kaki yang sering digunakan saat pivot atau jump stop.

Lunge maju atau lateral memperkuat otot stabilisator pinggul, penting untuk change of direction saat defense slide. Calf raise—jinjit berdiri lalu turun perlahan—membangun betis untuk push-off eksplosif saat rebound atau block shot. Tambahkan plyometric dasar seperti squat jump dan tuck jump untuk mengubah kekuatan menjadi daya ledak. Latihan ini dilakukan 3 kali seminggu dengan progresi bertahap, memberikan lompatan lebih tinggi dan start lebih cepat tanpa membebani sendi berlebih.

Penguatan Core dan Upper Body untuk Stabilitas: Latihan Kekuatan Otot untuk Pemain Basket

Core yang kuat menjadi pusat kendali tubuh saat shooting, passing, atau menahan dorongan di post play. Plank variasi—forearm plank, side plank, dan plank with shoulder tap—tahan 30-90 detik per set untuk stabilitas saat jump shot atau box out. Russian twist dan leg raise melatih rotasi serta lower abs yang esensial untuk gerakan twisting saat euro step atau spin move.

Upper body tak kalah penting untuk passing kuat dan defense tangan aktif. Push-up dasar atau variasi diamond push-up memperkuat dada, bahu, dan triceps. Pull-up atau inverted row (jika ada palang) membangun punggung untuk rebound lebih agresif. Bench press variasi bodyweight seperti dips menambah power saat posting up. Latihan core dan upper body dilakukan 2-3 kali seminggu, dikombinasikan dengan lower body untuk keseimbangan. Hasilnya, postur lebih stabil saat shooting di bawah tekanan dan duel fisik lebih dominan.

Integrasi dengan Latihan Spesifik Basket dan Pencegahan Cedera

Kekuatan otot paling bermanfaat bila diintegrasikan dengan elemen permainan. Box jump atau depth jump ke ring simulasi rebound vertikal, sementara medicine ball slam variasi tanpa bola melatih power eksplosif untuk chest pass cepat. Defensive slide dengan resistensi ringan dari partner meningkatkan kekuatan lateral untuk guarding winger atau crossover.

Pencegahan cedera wajib diperhatikan: selalu pemanasan dinamis 10-15 menit dan pendinginan dengan peregangan. Fokus teknik benar, terutama saat landing dengan lutut sedikit menekuk untuk serap impak. Tambahkan latihan propriosepsi seperti single-leg stand untuk stabilitas pergelangan kaki. Istirahat minimal 48 jam antar sesi kekuatan berat agar otot pulih. Program periodisasi—kekuatan dasar di pra-musim, power eksplosif di in-season—memastikan puncak performa tanpa overtraining.

Kesimpulan

Latihan kekuatan otot untuk pemain basket yang mencakup otot bawah untuk ledakan, core serta upper body untuk stabilitas, dan integrasi spesifik permainan akan mengubah performa secara drastis. Dengan konsistensi, teknik benar, dan progresi bertahap, pemain akan merasakan lompatan lebih tinggi, duel lebih kuat, shooting lebih stabil, serta risiko cedera lebih rendah. Jadikan latihan kekuatan rutinitas tetap 3-4 kali seminggu, kombinasikan dengan skill basket, dan nikmati keunggulan fisik yang dibawanya di lapangan. Kekuatan otot bukan hanya untuk tampil dominan, tapi juga untuk karir basket yang lebih panjang dan sukses. Mulai hari ini, dan rasakan bedanya saat mendominasi ring!

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *