Kawhi Leonard Berikan Alasan Mengapa Bisa Kalah Lawan lakers
Kawhi Leonard Berikan Alasan Mengapa Bisa Kalah Lawan lakers. Malam yang memalukan di Crypto.com Arena pada 25 November 2025, saat Los Angeles Clippers dibantai Lakers dengan skor 135-118 dalam laga penutup grup NBA Cup. Kekalahan ini jadi pukulan ke-11 dari 13 laga terakhir bagi Clippers, yang kini terpuruk di posisi bawah Konferensi Barat dengan rekor 5-13. Lakers, di sisi lain, perpanjang streak kemenangan jadi lima laga, dipimpin Luka Doncic yang meledak dengan 43 poin, 13 assist, dan sembilan rebound. Kawhi Leonard, yang kembali dari absen karena cedera, main 28 menit tapi cuma hasilkan 19 poin dari 6-dari-14 tembakan, plus lima rebound dan tiga assist—dengan plus/minus -14 yang jadi terburuk di tim. Usai laga, Leonard angkat bicara blak-blakan soal alasan kekalahan: kurangnya talenta, inkonsistensi rotasi, dan kegagalan adaptasi defensif. Komentarnya, yang seolah sindir front office, langsung viral dan picu debat panas di kalangan fans, soroti krisis identitas Clippers di musim yang seharusnya jadi rebound setelah offseason tenang. INFO CASINO
Performa Leonard: Kembali Tapi Tak Cukup untuk Selamatkan Tim: Kawhi Leonard Berikan Alasan Mengapa Bisa Kalah Lawan lakers
Kawhi Leonard tampil oke secara individu, tapi tak mampu angkat tim dari lubang. Dengan 19 poin, ia tunjukkan insting biasa di kotak penalti, tapi tembakan luar melebar dan turnover di clutch moment buat ia frustrasi. Di babak pertama, ia catat delapan poin tapi Lakers sudah unggul 12, berkat Doncic yang eksploitasi pick-and-roll. Leonard akui pasca-laga: “Kami tak punya talenta untuk lawan mereka malam ini.” Ini sindiran halus ke roster, di mana James Harden pimpin Clippers dengan 29 poin tapi tim kesulitan spacing. Leonard, yang absen 11 laga musim ini meski offseason sehat, bilang ia “siap main” tapi tim butuh lebih. Plus/minus -14-nya soroti masalah: setiap kali ia di lapangan, Lakers unggul 14 poin. Di usia 34, Leonard tetap elite secara defensif dengan dua steal, tapi komentarnya tunjukkan ia sadar batas fisik dan tim—Clippers kalah 17 poin di fourth quarter, di mana Austin Reaves ledak 18 poin.
Sindiran Roster: “Kurang Talenta” yang Picu Kontroversi: Kawhi Leonard Berikan Alasan Mengapa Bisa Kalah Lawan lakers
Leonard tak segan sebut “talenta” sebagai biang kerok utama. “Kami struggle dengan konsistensi, terutama rotasi yang berubah-ubah. Itu buat kami tak punya talenta untuk match up lawan mereka,” katanya di konferensi pers, yang langsung diartikan sebagai kritik ke front office atas kurangnya depth. Clippers punya Harden dan Leonard sebagai big three, tapi absen Derrick Jones Jr. dan Ben Simmons karena cedera buat rotasi tipis. Fans langsung bereaksi di media sosial, sebut Leonard “part-timer bicara seperti starter” karena absennya yang kronis—ia main cuma 37 laga musim lalu. Pelatih Ty Lue dukung: “Ketika kehilangan top-10 player seperti Kawhi, sulit ganti.” Tapi komentar Leonard tambah panas, karena tim sudah kalah delapan dari 11 laga tanpa ia. Harden, yang 29 poin-nya sia-sia, bilang “kami harus adaptasi,” tapi Leonard lebih blak-blakan: “Ini bukan soal usaha, tapi talenta.” Ini ingatkan era sebelumnya, di mana Clippers gagal playoff meski roster mahal.
Masalah Defensif: Gagal Adaptasi yang Bikin Ambruk
Leonard soroti kegagalan defensif sebagai alasan lain kekalahan telak. “Kami harus paksa star scorer lawan pass, bukan biarkan mereka isolasi,” katanya, tunjuk ke Doncic yang 43 poin-nya datang dari drive mudah dan assist ke Reaves. Clippers kebobolan 135 poin—tertinggi musim ini—dengan net rating -6 keseluruhan yang soroti masalah dua arah. Di transition, mereka kalah 22-8, dan turnover 15 kali buat Lakers fast break. Leonard, yang biasanya lockdown defender, kesulitan lawan Doncic karena rotasi lambat—John Collins dan Ivica Zubac kalah duel udara. Lue bilang “body language defensif buruk,” dan Leonard setuju: “Kami tak adjust cepat; mereka punk kami sepanjang malam.” Ini pola: Clippers kalah 11 dari 13 laga terakhir, dengan defense rank 22 liga. Leonard puji LeBron (25 poin) sebagai “top-10 player,” tapi sindir timnya tak punya jawaban. Komentar ini jadi panggilan aksi, meski picu debat soal tanggung jawabnya sendiri.
Kesimpulan
Kekalahan 135-118 dari Lakers jadi cermin kegagalan Clippers musim ini, dan komentar Kawhi Leonard soal kurang talenta, inkonsistensi rotasi, serta kegagalan defensif tambah bobot kritik itu. Dengan rekor 5-13, tim ini di persimpangan: apakah sindiran Leonard jadi katalisator perubahan, atau tambah retak chemistry? Leonard, yang kembali tapi tak cukup, tunjukkan frustrasi veteran yang paham batas. Bagi Clippers, ini pengingat bahwa roster mahal tak cukup tanpa depth dan adaptasi. Lakers, dengan Doncic dan LeBron sinkron, makin jauh di depan. Di NBA Barat yang brutal, Clippers harus jawab cepat jelang deadline trade—atau musim ini bisa jadi mimpi buruk lagi. Leonard bicara keras, tapi aksi selanjutnya yang tentukan nasib.