IBL: Borneo Hornbills Hajar Pacific Caesar 99-81
IBL: Borneo Hornbills Hajar Pacific Caesar 99-81. Borneo Hornbills kembali menunjukkan taring mereka di Indonesian Basketball League (IBL) musim 2025–2026 dengan kemenangan meyakinkan 99-81 atas Pacific Caesar di Stadion Basket GOR Segiri, Samarinda. Laga yang berlangsung pada akhir Januari 2026 ini menjadi salah satu penampilan paling dominan Hornbills musim ini, terutama di lini pertahanan dan transisi cepat. Dengan kemenangan ini, Borneo Hornbills semakin mengukuhkan posisi mereka di papan atas klasemen Wilayah Timur dan mengirim sinyal kuat bahwa mereka bukan sekadar tim kejutan, melainkan kontender serius menuju playoff. Pacific Caesar, di sisi lain, mengalami malam yang sangat sulit dan menambah catatan kekalahan beruntun mereka. REVIEW FILM
Serangan Seimbang dan Transisi Mematikan: IBL: Borneo Hornbills Hajar Pacific Caesar 99-81
Borneo Hornbills mengontrol permainan sejak kuarter pertama. Mereka membuka keunggulan dua digit cepat berkat serangan balik yang sangat efektif dan tembakan luar yang akurat. Guard andalan seperti Gelvis Solano dan Abraham Damar Grahita memimpin dengan baik, masing-masing mencetak 22 dan 18 poin sambil memberikan assist krusial. Solano tampil sangat klinis dengan 8 assist dan hanya 2 turnover, sementara Damar Grahita menunjukkan ketajaman mid-range dan finishing di paint.
Big man impor seperti Jordan Adams dan pemain lokal seperti Daniel Salamena juga berkontribusi besar di bawah ring. Adams finis dengan double-double 16 poin dan 12 rebound, sementara Salamena menambah 14 poin serta kehadiran fisik yang mengganggu paint Pacific. Secara tim, Hornbills mencetak 28 poin dari fast break dan memenangkan pertarungan second-chance points 18-7, menunjukkan betapa agresifnya mereka dalam memanfaatkan setiap peluang kedua.
Di kuarter ketiga, Borneo membuka jarak hingga lebih dari 25 poin berkat run 14-2 yang dipimpin tripoin berturut-turut dan steal yang berujung dunk. Pelatih Borneo memanfaatkan rotasi dalam dengan baik, sehingga intensitas tetap tinggi meski pemain inti sudah banyak istirahat di kuarter keempat.
Pertahanan Ketat yang Membuat Pacific Tercekik: IBL: Borneo Hornbills Hajar Pacific Caesar 99-81
Salah satu kunci utama kemenangan adalah pertahanan Hornbills yang sangat disiplin. Mereka berhasil membatasi Pacific Caesar hanya pada 81 poin—angka yang jauh di bawah rata-rata musim Pacific—dengan field goal percentage lawan di bawah 40% dan hanya 7 tripoin dari 26 percobaan. Hornbills memaksa 21 turnover yang dikonversi menjadi 29 poin, sebuah statistik yang menunjukkan seberapa aktif dan terorganisirnya rotasi serta switching mereka.
Pacific kesulitan menciptakan tembakan terbuka sepanjang laga. Guard andalan mereka seperti K.J. Buffen dan pemain lokal seperti Surliyadin hanya mencetak poin dari free throw dan situasi isolasi yang sulit. Big man Pacific juga kalah dominasi di rebound dan paint points (Hornbills unggul 54-36 di area cat). Pelatih Pacific terlihat kesulitan menemukan penyesuaian yang tepat, terutama ketika Hornbills terus menekan full-court press di sebagian besar pertandingan.
Kesimpulan
Kemenangan 99-81 atas Pacific Caesar bukan sekadar hasil bagus, melainkan bukti bahwa Borneo Hornbills sedang berada di jalur yang benar menuju playoff IBL musim ini. Dengan serangan yang seimbang, transisi mematikan, dan pertahanan yang tangguh, tim asal Kalimantan Timur ini menunjukkan bahwa mereka punya semua elemen untuk bersaing di level tertinggi liga domestik. Bagi Pacific Caesar, kekalahan telak ini menjadi pengingat bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama di sisi pertahanan dan eksekusi di bawah tekanan. Di tengah jadwal yang semakin ketat, penampilan dominan seperti ini bisa menjadi momentum besar bagi Hornbills untuk terus menanjak di klasemen dan membangun kepercayaan diri menuju fase krusial musim. Stadion Segiri malam itu bukan hanya menyaksikan kemenangan besar, tapi juga tanda bahwa Borneo Hornbills sudah siap menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan di IBL 2025–2026.